
Tangerang (22/06/2026) — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan kegiatan In-House Training Public Speaking yang menghadirkan narasumber inspiratif, Syafira Mardhiyah. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Imigrasi ini diikuti oleh jajaran pejabat struktural, pegawai, serta CPNS, khususnya petugas frontliner yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa kemampuan public speaking saat ini menjadi kebutuhan utama dalam pelayanan publik. Komunikasi tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi sarana membangun citra institusi, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan yang responsif dan profesional. Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi seluruh pegawai. Memasuki sesi utama, Syafira Mardhiyah menyampaikan materi bertajuk Communication by Design. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif terdiri dari dua aspek utama, yaitu verbal dan nonverbal. Untuk mencapai service excellence, terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan, yakni attitude (sikap), attention (perhatian), dan action (tindakan). Selain itu, peserta juga dikenalkan pada konsep 3V dalam komunikasi, yaitu verbal, vocal, dan visual, yang menjadi fondasi dalam menyampaikan pesan secara jelas dan menarik.
Tidak hanya membahas teori, narasumber juga membagikan berbagai tips dan trik praktis dalam berkomunikasi, seperti mengatur kecepatan berbicara, penggunaan intonasi yang tepat, serta kemampuan membaca karakter audiens. Peserta diajak untuk memahami pentingnya pengelolaan emosi dalam komunikasi dengan metode sederhana, yaitu menyadari, menamai, dan mengakui emosi yang dirasakan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu petugas dalam menghadapi berbagai situasi pelayanan secara lebih profesional dan empatik. Kegiatan berlangsung semakin interaktif saat memasuki sesi praktik. Peserta diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi menjadi MC serta terlibat dalam role play pelayanan, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama narasumber. Melalui metode ini, peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam konteks pekerjaan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, humanis, dan profesional. Peningkatan kemampuan komunikasi diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kepuasan masyarakat, tetapi juga meminimalisir potensi pengaduan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi keimigrasian.



