Kanim Tangerang Gelar Sosialisasi Terkait APOA

9 Juni 2021

Tangerang, 09 Juni 2021, Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang mengadakan sosialisasi terkait Aplikasi Pelaporan Orang Asing atau yang lebih dikenal dengan "APOA". Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya Imigrasi Tangerang dalam melaksanakan kerjasama antar instansi, khususnya perusahaan dan penginapan yang berada di wilayah kerja Imigrasi Tangerang, sehingga para pemilik perusahaan dan tempat penginapan dapat melaporkan setiap keberadaan orang asing kepada pihak imigrasi setempat. 


Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di ruang aula lantai 2 Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang dengan mengikuti protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dan dilakukan pembatasan jumlah undangan, dengan dihadiri oleh Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, seluruh pejabat struktural dan perwakilan pegawai Kanim Tangerang, serta tamu undangan yang terdiri dari dari instansi terkait, perusahaan pengguna Tenaga Kerja Asing (TKA), Pengelola Hotel, Apartemen, dan Penginapan.



Kegiatan sosialisasi ini diawali dengan laporan dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Felucia Sengky Ratna. Dalam laporannya, menerangkan bahwa sosialisasi penggunaan aplikasi pelapoan orang asing (APOA)  sesuai dasar hukum di UU No. 6 Tahun 2011 pasal 72. Kepala Kantor juga menghimbau kepada seluruh pihak  untuk dapat memaksimalkan penggunaan APOA agar data orang asing / WNA yang berada di wilayah kerja Kanim Tangerang dan sekitarnya terus terupdate. 


Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, yang pada kesempatan ini diwakili oleh Kepala Bidang Perizinan dan Informasi Keimigrasian, Toto Suryanto. Toto  Suryanto mengapresiasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang atas terselenggaranya kegiatan solsialisasi ini. Dalam sambutannya, Toto menyebutkan dengan APOA ini diharapkan bisa membantu terhadap pemantauan WNA yang ada di wilayah Tangerang dan diharapkan pemilik Penginapan, Apartemen, Pengelola Hotel, dan Perusahaan yang menggunakan TKA untuk memliki sikap tegas terhadap WNA yang menolak untuk memperlihatkan dokumennya saat diminta.


Kegiatan ini terbagi dalam 2 sesi, yaitu pemaparan materi dan sharing informasi terkait pengawasan orang asing melalui penggunaan APOA oleh seksi Inteldakim. Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kanim Tangerang, Arif Yudistira, dalam paparannya mengatakan maksud dan tujuan dari aplikasi APOA berbasis QR code agar tersedianya data WNA yang masuk ke wilayah Tangerang dan tujuannya untuk memonitor pergerakan WNA yang ada di wilayah Tangerang. Bisa dilakukan dengan mendownload terlebih dahulu aplikasi  yang ada di playstore, dilanjutkan dengan login dan mengikuti langkah selanjutnya untuk memasukkan data diri, lalu scan barcode yang ada di KITAS melalui APOA. Setelah itu keluar data WNA yang dimaksud lalu cocokkan dengan Paspor yang dia bawa.


Penerapan APOA berbasis QR-Code ini akan dimulai secara trial dalam waktu dekat. Di mana uji coba ini dimaksudkan untuk penguatan ulang pengawasan keberadaan orang asing yang berada di indonesia, wilayah Tangerang khususnya. Dan diharapkan dengan adanya APOA berbasis QR-Code dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat nantinya.

Kembali