Penguatan Kompetisi Pegawai, Peresmian Pusat Layanan Terpadu dan Sarana Publikasi Hukum Dan HAM

27 Oktober 2021

Sebagai wujud nyata Reformasi Birokrasi dan mendukung pembangunan Zona Integritas, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Banten bertekad untuk memberikan pelayanan terbaik kepada publik. Terselenggara Penguatan Kompetensi Pegawai, Peresmian Pusat Layanan Terpadu dan Sarana Publikasi Hukum Dan HAM diresmikan secara langsung oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharief Hiariej, Rabu (27/10).

Dalam Kesempatan ini, hadir secara langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang, Felucia Sengky Ratna. Masih dalam rangka memeriahkan Hari Dharma Karya Dhika 2021, Wamen beserta para undangan yang hadir menyempatkan diri untuk melihat layanan terpadu dan sarana publikasi seperti legal expo, layanan paspor simpati dan adanya stand UMKM yang memproduksi produk - produk lokal karya anak bangsa. 

Terkait dengan penguatan kompetisi untuk Aparatur Sipil Negara, Edward Omar mengatakan bahwa penataan Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berkualitas, Indonesia adalah negara kepulauan,  Kemenkumham tersebar dari Sabang sampai Merauke, maka penempatan ASN harus dengan kualitas yang sama, tidak boleh dibedakan. Artinya setiap ASN harus punya Integritas.

Berbicara tentang Zona Integritas, ada lima hal yang harus kita perhatikan yaitu : etika, moral, loyalitas, dedikasi dan kapasitas intelektual. Pertama, Integritas,  ini sangat erat kaitannya dengan Sumber Daya Manusia, dengan integritas seorang ASN memiliki kesadaran yang berasal dari hati nurani sehingga mereka tidak akan mudah terjebak atau terburuk akan faktor dari luar. Bekerja dengan hati nurani akan melahirkan profesionalisme dalam bekerja. Kemenkumham sendiri adalah instansi yang menjalankan fungsinya sebagai pelayan publik. Lebih lanjut Wamen menyampaikan bahwa inti dari Korupsi yaitu suap dan gratifikasi. Tentunya dengan integritas tinggi berdasarkan hati nurani kita bisa cegah dan sikapi sedini mungkin. Karena secanggih apapun pengawasan yang kita lakukan namun tidak didukung oleh Integritas, maka berbagai macam cara dan celah bisa dilakukan. “ Ketika kita bisa menjaga Integritas dan melakukan pekerjaan secara Akuntabel dan Transparan maka Penguatan Kompetisi Pegawai  niscaya dapat kita raih", ujar Edward sekaligus mengakhiri sambutannya. (esd/tikim)
 
 
 

Kembali