Ratusan Orang Padati Festival Keimigrasian 2019

19 Januari 2019

 

Jakarta - Menyambut Hari Bhakti Imigrasi ke - 69, Direktorat Jenderal Imigrasi menyelenggarakan Festival Keimigrasian 2019 yang kali ini bertempat di Mall Plaza Senayan Jakarta Pusat pada hari Sabtu (19/1). Kegiatan yg digelar pada festival ini yakni Layanan Paspor Simpatik yang dibuka untuk umum dengan jumlah kuota sebanyak 500 pemohon. Hadir dalam kegiatan ini Direktur Jenderal Imigrasi yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, Menteri Hukum dan HAM yang diwakili oleh Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, beserta rombongan. Turut hadir juga Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang dalam kegiatan ini.

Antusiasme dan animo masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari pemohon paspor yang telah memenuhi pelataran Mall Plaza Senayan Jakarta Pusat sejak pagi. Seluruh permohonan dilayani oleh petugas sesuai dengan antrian jam layanan masing masing yang telah dimiliki.

Pemohon paspor yang telah mendaftarkan dirinya untuk mengikuti layanan paspor simpatik ini dapat melakukan pembayaran secara non tunai melalui fasilitas booth BNI yang tersedia. Dalam kegiatan ini, dibuka sebanyak 8 counter untuk melayani para pemohon paspor. Tersedia juga fasilitas tempat fotokopi di lokasi.

Kegiatan diawali dengan penyampaian kata sambutan Direktur Jenderal Imigrasi yang diwakili oleh Maryoto Sumadi, Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi. Harapan masyarakat terhadap pelayanan publik yang baik sangat tinggi sehingga kita sebagai Aparatur Sipil Negara dalam bidang imigrasi dituntut juga untuk memberikan pelayanan keimigrasian yang cepat, mudah, terjangkau, dan terukur. Menurutnya, festival keimigrasian ini merupakan bentuk nyata pelayanan publik yang baik kepada masyarakat. Semangat melayani masyarakat merupakan inspirasi dilaksanakannya festival keimigrasian ini.

Menurut Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia, Mualimin Abdi, yang mewakili Menteri Hukum dan HAM melalui sambutannya menyampaikan bahwa dari sisi HAM, festival ini merupakan bentuk perwujudan dari penghormatan, perlindungan, dan pemajuan hak asasi manusia. Menurut undang – undang, pemerintah berkewajiban untuk memberikan akses dan kemudahan pelayanan publik bagi setiap masyarakat. Dengan hadirnya layanan publik pada festival ini berarti telah memberikan nilai keadilan terhadap masyarakat dan memberikan nilai non diskriminasi karena setiap orang dapat dilayani tanpa pandang bulu.

Kegiatan lalu dibuka secara simbolis dengan penekanan tombol sirene yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan membantu mempermudah masyarakat dalam hal permohonan paspor.

 

 

 

 

Kembali